Berita


Ogan Ilir Bentuk Forum Komunikasi Da’i Sanitasi (FKDS)

Sekretariat Pokja PPAS 30 Desember 2019
Sebagai upaya sosialisasi dan peningkatan pelayanan sanitasi, Dinas Kesehatan dan juga Pokja AMPL Kabupaten Ogan Ilir bersama 91 Da’i dari 16 kecamatan membentuk Forum Komunikasi Da’I Sanitasi (FKDS).


Dorong Swadaya Masyarakat untuk Sanitasi Lewat 'TABUNG BERAS'

Hermaliana 17 Desember 2019
Oleh karena aktifnya masyarakat memegang kunci perubahan sanitasi yang berkelanjutan, hal ini layak diperjuangkan. Berangkat dari semangat itu, inovasi Tabungan Bersama Rumah Sehat 'TABUNG BERAS' pun lahir di Kota Probolinggo.


‘Kolam Susu” Optimisme Wonosobo untuk Tingkatkan Sanitasi

Sekretariat Pokja PPAS 16 Desember 2019
Kolaborasi Air Minum dan Sanitasi Untuk Semua atau yang disingkat dengan sebutan (Kolam Susu) adalah satu gagasan dari Kabupaten Wonosobo untuk mencapai akses sanitasi layak dengan target tersedianya 15.000 sambungan rumah pada tahun 2020 mendatang.


Air Bersih Untuk Sembalun

Sekretariat Pokja PPAS 12 Desember 2019
Sembalun merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Lombok Timur yang dikenal sebagai daerah sulit air. Sembalun terdiri dari 4 desa dengan penduduk sebanyak 960 Kepala Keluarga (KK). Sudah 10 tahun terakhir ini masyarakat Sembalun harus bersusah payah mendapatkan air bersih. Kondisi itu pun diperparah dengan adanya Gempa Lombok yang terjadi dalam waktu dekat ini.


Seribu Satu Aksi Kabupaten Sumbawa Barat Wujudkan Sanitasi Aman

Sekretariat Pokja PPAS 11 Desember 2019
Pada acara ramah tamah antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Tim JMP, serta Kementerian yang merupakan rangkaian kegiatan kunjungan lapangan Unicef di Provinsi NTB. Bupati Sumbawa Barat, Musyarifin menceritakan awal komitmen dirinya terhadap sektor sanitasi sudah muncul sejak dilantik menjadi Bupati pada tahun 2016 lalu. “Hal ini karena sejalan dengan misi saya untuk membuka dan membangun 4 jalan bagi masyarakat KSB, yaitu Jalan Utama, Jalan Air, Jalan Angin (sinyal), dan Jalan Listrik,” jelasnya di acara ramah tamah antara Pemda KSB dengan Tim JMP dan Kementerian.


Menuju Sanitasi Aman, NTB Siap Pererat Kolaborasi

Sekretariat Pokja PPAS 11 Desember 2019
Bagi Kabupaten Sumbawa Barat, awal bulan ini merupakan momen istimewa, pasalnya pada 3-5 Desember 2019 kabupaten ini mendapat kunjungan dari Tim Joint Monitoring Programme (JMP) UNICEF-PPB. Bukan hanya untuk konfirmasi capaian program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), terutama pada pilar satu yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan, kunjungan ini juga dilakukan sebagai upaya advokasi kepada pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mewujudkan pengelolaan sanitasi aman.


Tebarkan Semangat Pembangunan Sanitasi Melalui Lokakarya Penguatan Provinsi

Sekretariat PMU PPSP 28 Oktober 2019
Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) dalam waktu dekat ini kembali mengadakan kegiatan rutin tahunan yaitu Lokakarya Penguatan Peran Provinsi yang diadakan pada 15-16 Oktober 2019 di Hotel Sultan, Jakarta. Bukan hanya untuk mendukung percepatan pembagunan sanitasi, kegiatan yang mengundang 33 provinsi ini dilakukan sebagai upaya pencapaian target SDGs sanitasi untuk semua di tahun 2030 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2040 untuk mencapai 90% akses sanitasi layak (meliputi 70% akses layak dan 20% akses aman).


Menuju Stop BABS, Kota Tasikmalaya Susun Peta Jalan Sanitasi

Sekretariat PMU PPS 21 Oktober 2019
 Mandat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) 2030 terkait penyediaan akses sanitasi aman bagi semua berhasil menginspirasi Kota Tasikmalaya untuk melakukan upaya percepatan capaian target, salah satu caranya melalui penyusunan peta jalan sanitasi.


Menjawab Dilema Provinsi dalam Fasilitasi Sanitasi

Klara Virencia 15 Oktober 2019
Nampak bahwa yang lazim di lapangan bukanlah perkara Pemprov yang tidak aktif. Selama ini Pemprov sudah bergerak, namun seringnya hal tersebut menjadi ranahnya kabupaten/kota.


Aksi Menuju Sanitasi Aman Ala Tasikmalaya

Sekretariat PMU PPSP 04 Oktober 2019
Seiring dengan komitmen Indonesia mencapai layanan sanitasi aman bagi semua di tahun 2030 mendatang, Kota Tasikmalaya turut melakukan upaya percepatan pembangunan sanitasi di daerahnya. Melalui gerakan "Robohkan Pacilingan", Kota Tasikmalaya optimis untuk merubah bahkan menghilangkan perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang masih terjadi.