MOLAH GATI Inovasi Kota Mataram Tingkatkan Sanitasi


19 Agustus 2019


Komitmen Indonesia untuk menyediakan akses sanitasi aman bagi semua pada tahun 2030 nyatanya telah menjadi semangat berbagai pihak dalam meningkatkan akses sanitasi di wilayahnya, salah satunya seperti yang dilakukan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Melalui Mataram Olah Limbah dan Sampah dari Keluarga sampai Institusi (Molah Gati) pemerintah Kota Mataram mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga dan meningkatkan kondisi sanitasi. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan melibatkan masyarakat dalam mengatasi sampah yang dimulai dari rumah tangga melalui Bank Sampah.

Guna mempercepat capaian, dilakukan juga sosialisasi perubahan perilaku hidup bersih sehat, dan sosilasi terkait Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT). Untuk LLTT ini, masyarakat diberikan informasi dan edukasi tentang sarana sanitasi yang baik, seperti pentingnya jamban dengan tangki septik, perlunya penyedotan lumpur tinja secara berkala dan terjadwal dengan frekuensi 3-5 tahun sekali.

Provincial Facilitator for Implementation (PFI) Provinsi NTB, Samsul Huda dalam forum diskusi NAWASIS menjelaskan bahwa untuk percepatan sanitasi, pemkot Mataram juga menyiapkan regulasi dan kebijakan pendukung. Sekadar informasi, saat ini Pemkot bersama dengan YPII sedang menyiapkan Peraturan Walikota terkait air limbah dan retribusi penyedotan lumpur tinja.

Upaya Kota Mataram dalam meningkatkan kondisi sanitasi ternyata tidak berhenti sampai disitu. Beragaman cara pun dilakukan, seperti saat ini misalnya bersamaan dengan proses pendampingan implementasi dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota, Pokja PPAS Kota Mataram baru saja melakukan Learning Visit STBM pada 29 Juli -1 Agustus 2019 di Kota Surakarta dan Kelurahan Duri Utara, Jakarta Barat. 

Kegiatan yang difasilitasi oleh Yayasan Plan Internasioanl Indonesia  (YPII) dan Training and Facilitation For Natural Resources Management (TRANSFORM) ini bertujuan untuk menambah pembelajaran dalam implementasi STBM di kawasan perkotaan dan pengelolaan LLTT yang nantinya akan disusun dalam rencana aksi Molah Gati.

Samsul Huda menjelaskan, dari kedua kunjungan di Kota Surakarta dan Kelurahan Duri Utara, Jakarta Barat banyak pembelajaran yang didapat. Diketahui juga bahwa kunci keberhasilan kedua daerah itu ialah komitmen dan kolaborasi yang kuat dari semua pihak.

 “Hasil pembelajaran dari Learning Visit di Kota Surakarta dan Kelurahan Duri Utara, Jakarta Barat, menambah semangat Pokja PPAS Kota Mataram untuk melakukan advokasi kepada pihak terkait dan mengawal paket kebijakan Molah Gati untuk mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang layak dan aman,” tulis Samsul.

Samsul menambahkan, dengan semakin banyak pembelajaran harapannya kedepan kondisi sanitasi Kota Mataram terus mengalami peningkatan. “Melalui capaian sanitasi yang baik pula, pemkot Mataram berharap kedepannya angka kesehatan masyarakat kian meningkat dan bisa memberikan kontribusi positif terhadap pencegahan stunting,” pungkasnya.

 

Pengirim Cerita: Samsul Huda, PFI Nusa Tenggara Barat

Editor: Cheerli- Komunikasi PMU PPSP



Penulis : Samsul Huda
Organisasi/Jabatan : PFI Nusa Tenggara Barat
Media Sosial :
Website :