Palembang Sukses Raih Dana Alternatif 500 Milyar untuk Bangun IPAL


01 Juli 2019
PALEMBANG — Kamis, 2 November 2017

Terbukti, mencari sumber-sumber pendanaan alternatif sebagai solusi untuk mengejar target Akses Universal 2019 bukanlah gagasan yang mengawang-awang. Kota Palembang, misalnya, berhasil memperoleh dana hibah dari pemerintah Australia untuk mendukung pembangunan IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) secara masif.

Sebagai satu-satunya kota di Indonesia yang memperoleh dana hibah tersebut, kota Palembang mendapat bantuan dana sebesar 500 milyar rupiah untuk membangun IPAL seluas 5,7 hektar dengan target rampung tahun 2020. Kamis (2/11), seremoni ‘Ground-breaking’ Pembangunan IPAL yang secara resmi menandakan proses pembangunan telah dilaksanakan di lokasi IPAL Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni.

Menurut Walikota Palembang H. Harnojoyo yang hadir di acara tersebut, komitmen kuat dari warga turut menjadi faktor terpilihnya kota Palembang sebagai penerima hibah.

“Kota Palembang terpilih mendapatkan hibah ini karena 96,07% warganya telah memiliki akses air bersih, serta memiliki komitmen tinggi dalam meningkatkan sanitasi terkait dengan penanganan drainase, limbah, dan sampah,” kata Walikota Palembang H. Harnojoyo.

Sementara itu, menurut Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson, kota Palembang dipilih karena paling lengkap memenuhi persyaratan untuk mendapatkan hibah IPAL. Dirinya turut menghadiri acara seremoni ‘ground-breaking’ IPAL, Kamis (2/11) lalu, bersama Walikota Palembang H. Harnojoyo, Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Sri Hartoyo, Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Selain bermodal dana hibah, pendanaan dari APBN dan APBD kota Palembang juga akan mendampingi pembangunan IPAL yang nantinya menampung limbah rumah tangga ini.

“Karena total dana yang kita butuhkan sekitar Rp. 1,2 Triliun, maka itu akan kita cukupi dengan APBN dan APBD. Kita targetkan ini bisa selesai di 2020,” ungkap Walikota Palembang H. Harnojoyo.

Di tahap awal, pembangunan akan dilakukan untuk 22.000 Sambungan Rumah dengan perkiraan pipa distribusi sepajang 8 KM. Secara keseluruhan, IPAL ini akan melayani kawasan Ilir Timur yang meliputi Kecamatan Ilir Timur I, Ilir Timur II, Ilir Timur III dan Kalidon.

Sementara itu di level provinsi, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menilai pembangunan IPAL ini akan memberikan dampak ekonomi bagi Provinsi Sumatera Selatan. Menurutnya, proses sebelum dan setelah pembangunan ini akan menyerap tenaga kerja yang besar. Selain itu, proyek ini juga nantinya akan menjadikan masyarakat lebih sehat.

“Jika masyarakat sehat, maka akan menjadi produktif dalam pergerakan dan perekonomian menjadi besar,” ujar Alex Noerdin, menggarisbawahi perspektif ekonomi dari investasi sanitasi.


Sumber: palembangemas.com; Yayat Hidayat
Suntingan: Klara Virencia


***


Penulis : Yayat Hidayat
Organisasi/Jabatan : ProSDA USDP
Media Sosial : https://www.facebook.com/Portal-Sanitasi-445585615630317/
Website : www.usdp.or.id