Buku


Sekretariat Pokja PPAS | 08 April 2019

Percik Yunior 2017 "Dunia Indah Tanpa Sampah"

Percik Yunior kali ini mengangkat tema tentang "Berwisata Sehat". Ada banyak cerita dan tips menarik yang diberikan oleh Percik Yunior. Selamat membaca


Sekretariat Pokja PPAS | 08 April 2019

Percik 2017 "Melanjutkan Komitmen Pembangunan AMPL"

Edisi kali ini mengangkat tema “Melanjutkan Komitmen Pembangunan AMPL” yang berarti semua upaya yang sudah dilakukan sebelumnya pasti akan dilanjutkan, bahkan optimis dilakukan dengan cara yang lebih cepat serta usaha yang lebih keras dan cerdas. Selain menyajikan laporan utama tentang optimisme pembangunan berkelanjutan, pada edisi kali ini, juga menampilkan dua wawancara.


Sekretariat Pokja PPAS | 08 April 2019

PERCIK 2016 "Mengurai Beban Kota Metropolitan"

Pada edisi 2016 ini, Majalah Percik mengangkat tema tentang Metropolitan, yaitu kumpulan beberapa kota yang berpusat pada satu kota inti. Dalam edisi kali ini yang menjadi contoh adalah fenomena Metropolitan Jabodetabek dengan Jakarta sebagai sentralnya. Sementara itu dalam laporan khusus, kami mengangkat isu tentang perilaku warga dalam menangani sampah rumah tangga mereka. Sebagian mereka masih mempunyai perilaku buang sampah sembarangan, sementara yang lain mengandalkan petugas pengangkut sampah. Dua hal ini disajikan dalam berita reportase khas PERCIK.




Sekretariat Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Nasional | 26 Januari 2016

Knowledge Day 2015 "Mencipta Masa Depan Sanitasi dan Air Minum"

Pelaksanaan Hari Pengetahuan adalah bagian utama dari rangkaian Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2015. Acara ini menampilkan rangkaian presentasi tunggal yang dikemas dalam format pertunjukkan (show). Buku ini memotret  ungkapan-ungkapan keyakinan, kemampuan dan kesanggupan yang disampaikan para inspirator dan pengisi acara Knowledge Day, mulai dari generasi muda, pimpinan kementerian/lembaga, tokoh agama, pengusaha lokal,  jurnalis sampai aktivis.


Kelompok Kerja AMPL | 19 Januari 2016

Majalah Percik Yunior " Bersiap Untuk Masa Depan Yang Indah"

Halo Sahabat Percik, pernahkah kalian membayangkan apa yang terjadi di masa depan? Apakah masa depan menjadi lebih indah? Apakah kota dihiasi dengan banyak gedung tinggi? Apakah semakin banyak robot canggih di masa depan?

Semuanya bisa terwujud tergantung dari peran kita sebagai anak-anak bangsa. Ayo, kita menjadi anak-anak yang memulai perubahan, diawali dengan menjaga kebersihan lingkungan dari saat ini.


World Bank | 05 Januari 2016

Pamsimas " Menjawab Tantangan Air Minum dan Sanitasi di Wilayah Perdesaan Indonesia"

Pamsimas dalam mengatasi permasalahan air minum dan sanitasi di wilayah perdesaan menggunakan pendekatan berbasis masyarakat. Program ini telah membantu hampir delapan juta jiwa penduduk Indonesia untuk memiliki akses ke sarana air minum aman dan lebih dari 7,4 juta jiwa sanitasi layak di sekitar 10.000 desa. Di wilayah-wilayah dimana Pamsimas diterapkan, banyak desa yang telah mencapai status bebas buang air sembarangan (Stop BABS) dan melaksanakan program cuci tangan pakai sabun (CTPS). 


Sekretariat Pokja AMPL Nasional | 21 Desember 2015

Ternyata Bisa

Buku Ternyata Bisa ini berisikan benang merah dari pembelajaran dan pengalaman dalam pembangunan air minum dan sanitasi di Indonesia. Penyusunan buku ini didasarkan pada tema-tema yang menarik, antara lain Sepakati Alasan, Tampilkan Pimpinan dan Libatkan Anak-anak.


Pokja Sanitasi Kabupaten Kubu Raya | 24 November 2015

Memorandum Program Sanitasi Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat

Sebagai kabupaten yang baru pemekaran, Kabupaten Kubu Raya memerlukan suatu dokumen perencanaan yang dapat dijadikan pedoman semua pihak dalam mengelola sanitasi secara sistematis, terencana, terpadu, terintegrasi, dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah. saat ini belum memiliki Perda mengenai air limbah disamping itu pertumbuhan penduduk sangat tinggi sehingga membawa konsekuensi terhadap munculnya beranekaragam pola prilaku individu atau kelompok yang tidak menguntungkan baik secara ekonomi maupun sosial budaya dan aspek lingkungan.