Kajian


M. Ansorudin Sidik, dkk (Penyusun) | 05 November 2007

Kebijakan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Jakarta, sebagai ibukota negara Indonesia, menghadapi persoalan lingkungan diantaranya adalah masalah sampah. Sampah yang diproduksi setiap hari oleh warga Jakarta memerlukan penanganan yang serius. Tempat Pembuangan Akhir sampah (TPA) yang menimbulkan konflik antara Pemerintah Daerah dan masyarakat mengindikasikan belum optimalnya perencanaan pengelolaan sampah oleh Pemda. Salah satu sebab dari konflik tersebut adalah Pemda belum memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah untuk mengurangi sampah yang dapat dibuang ke TPA.

Paradigma baru dalam pengelolaan sampah yang bertumpu pada pengurangan atau reduksi sampah sebanyak mungkin dari sumbernya akan berdampak pada pengurangan jumlah sampah yang dibuang ke TPA. Salah satu cara untuk mengurangi sampah dari sumbernya tidak lain adalah memberdayakan masyarakat di tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) untuk mengolah sampahnya dengan metode 4R, yaitu reduce (mengurangi), reuse (memakai kembali), recycle (mendaur ulang) dan replace (mengganti).

Dalam upaya membantu pengelolaan sampah dari sudut sosial, BPPT telah mengadakan kajian dengan menggunakan metode metaplan untuk menggali permasalahan yang ada sekaligus mencari solusi dan menawarkan rencana tindak.

Buku ini menyajikan hasil dari kajian diatas. Selain itu, dalam buku ini juga dilengkapi dengan beberapa cuplikan hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh BPPT beberapa tahun yang lalu, yaitu nilai dan perilaku masyarakat terhadap masalah sampah di DKI Jakarta.

Daftar isi:

Sambutan Direktur Pusat Pengkajian Kebijakan Inovasi Teknologi – BPPT
Sambutan Pakar Masalah Sampah
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Bab I Pendahuluan
Bab IIKarakteristik Masyarakat Jakarta dengan Masalah Sampah
Bab IIIPermasalahan Pengelolaan Sampah di Masyarakat
Bab IVAlternatif Solusi dan Kendala dalam Pengelolaan Sampah
Bab VRencana Aksi dan Lembaga yang Berperan dalam Pengelolaan Sampah
Bab VIKesimpulan dan rekomendasi
Daftar Pustaka
Lampiran


Ir. Achmadi Partowijoto, CAE, PU-SDA, IPU (Ed) | 05 November 2007

Toolbox AMPL (Sumber Toolbox Translation, KAI, 2006)

Pustaka ini merupakan kumpulan studi kasus yang diterbitkan oleh KAI (Kemitraan Air Indonesia).

Daftar isi:

1.Argentina: Swastanisasi Air Minum dan Sistem Pengolahan Limbah di Buenos Auires
2.Malaysia: Membangun Masyarakat Air melalui Kemitraan-Cerdas wilayah Sungai Pinang
3.Pakistan: Meningkatkan Kapasitas Penelitian Teknik dan Sosial untuk Menanggulangi Genangan Air dan Salinitas
4.Pakistan: Kegiatan Masyarakat untuk Mewujudkan Distribusi Air yang Adil
5.Pakistan: Sistem Drainase yang Dibangun dan Dioperasikan oleh Masyarakat Miskin di Kawasan Pinggiran Kota Karachi (Proyek Percontohan Orangi)
6.Vietnam: Prinsip PSDAT Memperkuat Keberlanjutan Pasokan Air dan Sanitasi untuk Kawasan Pedesaan
7.Mesir: Meningkatkan Kinerja Sektor Publik – Perkuatan Institusi dari Otorita Umum untuk Air di Alexandria


05 November 2007

Selling Sanitation in Vietnam: What Works?

Daftar isi:

Preface
Introduction
1.What influenced the demand for household latrines
2.Demand, Coverage, Access: How it worked for the poor
3.What benefits matter most to users
4.Is sanitation coverage linked to hygiene awareness
5.How long does it take to change behavior
6.What interventions were effective in changing behavior
7.What helps ensure sustained sanitation services
Learning and Recommendations
Annex A – Participatory Tools used for investigation


Irawati Adhyaksa | 31 Mei 2007

Konsesi Air Minum Di Indonesia: Ketentuan yang Perlu Diantisipasi dalam Kontrak (Seri Kertas Kerja KKPPI No.4, April 2003)

Kertas kerja ini mengetengahkan secara umum mengenai hal-hal apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum pemerintah daerah, masyarakat atau DPRD dan pihak swasta kini perlu bermitra dalam pelayanan air minum perpipaan serta ketentuen-ketentuan apa yang seharusnya diantisipasi dalam kontrak.

Konsesi pembahasan dalam kertas kerja ini dibatasi pada konsesi yang merupakan bentuk transaksi yang telah dipilih di beberapa kota dan kabupaten di Indonesia.

Daftar isi:

Pengantar
A. Pelayanan Publik vs "Privatisasi"
B. Mengapa Konsesi
C. Kerangka Peraturan Perundang-Undangan
D. Pihak dalam Perjanjian Konsesi
E. Pemilihan Pihak Swasta: Tender atau Penunjukan Langsung
F. Apakah Calon Penerima Kondisi telah Memiliki Dukungan Perbankan yang Memadai
G. Hal-Hal yang Perlu Diantisipasi dalam Kontrak
H. Badan Pengatur


Wahyu Utomo & Agus Witono | 31 Mei 2007

Kebijakan Pembangunan Air Bersih dan Peningkatan Kinerja melalui Penyehatan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) (Seri Kertas Kerja KKPPI No.5, April 2003)

Dalam kajiannya, penulis menyoroti perkembangan pembangunan dan pengelolaan air bersih secara kronologis dari Pelita I sampai Pelita VI dan setelah masa krisis di Indonesia.
Perkembangan air bersih yang dikelola oleh PDAM di daerah satu dengan yang lainnya mengalami pasang surut dengan dinamika yang tidak seimbang, bahkan sebagian PDAM tidak sanggup beroperasi secara layak menurut kaidah-kaidah perusahaan. Dengan kondisi seperti ini, penulis mencoba memberikan solusi dengan merinci isu-isu pokok kebijakan penyehatan PDAM agar keberlangsungan pelayanannya kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Daftar isi:

Abstrak
I. Pendahuluan
II. Kondisi PDAM saat ini
III. Analisis Pembangunan dan Peneglolaan Air Minum
IV. Peningkatan Kinerja melalui Penyehatan PDAM
V. Kesimpulan


John M. Miller | 31 Mei 2007

Community Support for Sanitation, Case Study: Surabaya (Seri Kertas Kerja KKPPI No.2, April 2003)

Daftar isi:

Abstract
Introduction
I. Community Preparation Index
II. Survey Analysis
III. 5% Survey in Priority Locations (Kelurahan)
Bibliography
Table, Map and Figure


Melo, Jose Carlos | 24 Januari 2007

The Experience of Condominial Water and Sewerage Systems in Brazil: Case Studies from Brasilia, Salvador and Parauapebas

This study described and compared the experience of the implementation of the condominial model in three Brazillian cities: Brasillia (the nations capital); Salvador (a major, historic metropolis in notrheastern Brazil); and Parauapebas (a small but fast growing boom town).

Together, the projects analyzed have suceeded in providing condominial networks to 2.5 million urban residents in Brazil, with 214.000 connections organized in close to 16.000 condominiums.

The case studies differ in a number of ways. For instance, Paraupebas in the only case in which the condominial system was applied to the water network. In Brasilia and Paraupebas, the model was adopted in conscious, planned manner, whereas in Salvador it was adopted gradually and opprtunistically in response to major engineering chalnges. In Brasilia and Paraupebas , the implementation of the model was facilited bt relatively orderly urbanization, whereas in salvador the systems had to be adapted to the demands of particularly dense, steep and precarious urban slums. In brasilia and Paraupebas, local residents covered the full cost of the condominial branches, whereas in salvador these were constructed free-of-charge.

In Brazilia and Salvador, the system was almost entirely constructed by contractors, whereas in Parauapebas the condominial branches wereinstaled almost entirily by community members. In Brazilia, community maintenance of condominial branches has not posed serious problems, where in Salvador it does not seem to have functioned very effectively. These contracts illustrate the considerable variety of forms that the condominial model can take.

Contents:

I. Introduction
II. Brasilia: Full Institutionalization of Condominial Sewerage
III. Salvador de Bahia: Large-Scale Experimentation with Condominial Sewerage
IV. Parauapebas: Community Mobilization for Condominial Water
V. Conclusions


24 Januari 2007

Layanan Air Minum Usaha Kecil Di Indonesia (3): Studi Kasus Bandung Metropolitan

Daftar isi:

Kata Pengantar
Daftar isi
I. Deskripsi Wilayah Studi
II. Metoda Penelitian
III. Pelayanan Air Minum dan Sanitasi
IV. Pelayanan Air Minum Swasta
V. Peluang dan Kendala Pengembangan Usaha Layanan Air Minum Swasta
VI. Kesimpulan dan Rekomendasi


24 Januari 2007

Layanan Air Minum Usaha Kecil Di Indonesia (2): Studi Kasus Palembang

Daftar isi:

Kata Pengantar
Daftar isi
I. Deskripsi Wilayah Studi
II. Metoda Penelitian
III. Pelayanan Air Minum dan Sanitasi
IV. Pelayanan Air Minum Swasta
V. Peluang dan Kendala Pengembangan Usaha Layanan Air Minum Swasta
Lampiran 1 Pemetaan Harga Berdasarkan Survei Transek


24 Januari 2007

Layanan Air Minum Usaha Kecil Di Indonesia (4): Studi Kasus Subang

Daftar isi:

Kata Pengantar
Daftar isi
I. Deskripsi Wilayah Studi
II. Metoda Penelitian
III. Pelayanan Air Minum dan Sanitasi
IV. Pelayanan Air Minum Swasta
V. Peluang dan Kendala Pengembangan Usaha Layanan Air Minum Swasta
Lampiran 1 Profil Pedagang Air