Laporan/Prosiding


19 Februari 2004

Pedoman Umum Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAM-BM)

Pedoman ini meliputi ketentuan umum dalam penyelenggaraan, kelembagaan, pembiayaan, pembangunan prasarana dan sarana serta pemantauan dan evaluasi dalam upaya penyediaan air minum berbasis masyarakat.

Daftar Isi:

1. Ruang Lingkup

2. Acuan Normatif

3. Istilah dan Definisi

4. Pendekatan

5. Penyelenggaraan PAM BM

6. Kelembagaan

7. Pembiayaan

8. Pembangunan Prasarana dan Sarana

9. Pemantauan dan Evaluasi


19 Februari 2004

Tata Cara Perencanaan Bangunan MCK Umum

MCK umum adalah sarana umum yang digunakan bersama oleh beberapa keluarga untuk mandi, mencuci dan buang air di lokasi pemukiman yang berpenduduk dengan kepadatan sedang sampai tinggi (300-500 orang/Ha).

Tata cara ini meliputi istilah dan definisi, persyaratan yang berlaku untuk sarana ruangan MCK yang terletak di lokasi permukiman padat, dengan beban pemakai maksimum 200 orang. MCK umum dapat merupakan satu kesatuan bangunan atau terpisah-pisah untuk mandi, cuci dan kakus. Tata cara ini dapat digunakan sebagai acuan bagi perencana dan pelaksana dalam membangun MCK umum.

Daftar Isi:

Prakata
Daftar Isi

1. Ruang lingkup

2. Acuan Normatif

3. Istilah dan Definisi
3.1 MCK Umum
3.2 Air Bersih
3.3 Perangkap Air
3.4 Lubang Pembersih
3.5 Plambing
3.6 Satu Kesatuan MCK
3.7 Sistem Ven
3.8 IPAL
3.9 Sistem Drainase

4. Persyaratan mandi cuci kakus umum
4.1 Persyaratan umum MCK
4.2 Lokasi
4.3 Kapasitas Pelayanan
4.4 Sistem Penyediaan Air Bersih
4.5 Bahan Bangunan
4.6 Konstruksi
4.7 Plambing
4.8 Sarana Kamar Mandi
4.9 Sarana Tempat Cuci
4.10 Sarana Kakus

Lampiran A: Contoh Perhitungan


19 Februari 2004

Penyelenggaraan Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAM-BM)

Pedoman ini memuat tata cara penyelenggaraan yang mencakup uraian yang menyangkut pelaku terkait dan tahapan kegiatan serta prinsip pelayanan kepada masyarakat dalam rangka penyelenggaraan PAM BM. Pedoman ini dapat digunakan sebagai acuan bagi para pelaku terkait dalam pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana PAM BM yang mandiri dan berkelanjutan.

Daftar Isi:

1. Ruang Lingkup

2. Acuan Normatif

3. Istilah dan Definisi

4. Koordinasi penyelenggaraan PAM BM

5. Tahapan Penyelenggaraan kegiatan PAM BM

 


19 Februari 2004

Pelaksanaan Pemantauan Dan Evaluasi Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAM-BM)

Pedoman ini meliputi sistem pemantauan dan evaluasi kinerja pada tahap persiapan, perencanaan, pembangunan, pengelolaan dan pengembangan PAM BM. Hasilnya dilaporkan pada perorangan atau institusi yang berkaitan dengan pengadaan/pelayanan air minum berbasis masyarakat.Daftar Isi:

1. Ruang Lingkup

2. Acuan Normatif

3. Istilah dan Definisi

4. Pemantauan

5. Tingkat Pemantauan dan Evaluasi

6. Sistem Informasi dan Pelaporan

7. Daftar Simak Pemantauan dan Evaluasi

8. Mekanisme Pengaduan dan Penyelesaian Masalah


 

 


19 Februari 2004

Pembangunan Prasarana Dan Sarana Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAM-BM)

Pedoman ini meliputi tata cara pemilihan jenis, perencanaan, pelaksanaan fisik dan pengoperasian serta pemeliharaan prasarana dan sarana penyediaan air minum berbasis masyarakat.

Daftar Isi:

1. Ruang Lingkup

2. Acuan Normatif

3. Istilah dan Definisi

4. Pemilihan Jenis Prasarana dan Sarana Air Minum

5. Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan sarana Air Minum

 


Ruth Walujan, Richard M. Hopkins, Arie Istandar | 20 Juli 2003

Sanitasi di Wonosobo : Membandingkan Dua Pendekatan Evaluasi Program

Studi kasus komparatif terhadap dua pendekatan evaluasi program yang diadakan baru-baru ini menemukan bahwa baik metode survai konvensional yang digunakan oleh UNICEF maupun metode partisipatif yang dipakai oleh WASPOLA menghasilkan keluaran yang sebanding dalam upaya mengkaji program sanitasi UNICEF di beberapa desa di Kabupaten Wonosobo, Propinsi Jawa Tengah.
Catatan lapangan ini menampilkan ringkasan dari perbandingan keluaran masing-masing pendekatan tersebut.

Studi ini diadakan dalam konteks paket stimulan program jamban UNICEF di empat desa di Kabupaten Wonosobo: Sawangan, Rejosari, Mergosari, dan kagungan. Program UNICEF ini dimaksudkan untuk memperbaiki kesehatan dan kebersihan masyarakat perdesaan dengan cara mendorong penggunaan jamban keluarga melalui pembagian paket stimulan. Desa penerima dipilih berdasarkan program pemerintah dalam bidang sanitasi dan pemberantasan penyakit diare, potensi masyarakat untuk mendukung program stimulan, dan pelaksanaan setidak-tidaknya dua program kemasyarakatan, seperti puskesmas dan proyek pendidikan anak-anak.