Newsletter

Newsletter AMPL, Februari 2013 "Kejar Target MDGs, Pemerintah Jalin Kerjasama dengan Media "

Redaksi Sekretariat Pokja AMPL   19 Agustus 2013 1.466

Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan besar dalam penyediaan air minum aman dan sanitasi layak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2011, cakupan sanitasi layak nasional baru mencapai angka 55,60%. Untuk mengejar ketertinggalan ini. Salah satunya menjalin kemitraan dengan media melalui workshop “Citizen Journalism untuk Akselerasi Perubahan Perilaku Sanitasi Total Berbasis Masyarakat” yang diadakan pada 27-28 Februari 2013.

Newsletter AMPL, Januari 2013 "Tantangan Tahun 2013, Tingkatkan Lagi Prioritas Sektor AMPL!"

Kelompok Kerja AMPL   18 Juni 2013 1.224

Newsletter AMPL merupakan media informasi Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan yang menyajikan informasi terkait dengan air minum dan penyehatan lingkungan atau sanitasi.  Edisi kali ini, diawali dengan hasil wawancara dengan Nugroho Tri Utomo Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas yang memaparkan empat tantangan bagi sektor AMPL pada tahun 2013 ini.

Newsletter AMPL November 2012 "Belajar Mengolah Air Buangan dari Singapura"

Kelompok Kerja AMPL   12 Februari 2013 1.109

Semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan air minum  membuat sejumlah negara di dunia memperhatikan cara pengelolaan air buangan secara serius termasuk Indonesia dan Singapura.  Singapura telah memiliki sistem pengelolaan air buangan yang sangat maju dan terintegrasi dengan sistem pengelolaan sanitasi yang terpusat sehingga 99 persen wilayah negara tersebut  telah dilayani oleh sistem perpipaan terpusat, baik yang berasal dari rumah tangga maupun dari daerah komersial dan industri. Untuk itulah maka Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Singapura menyelenggarakan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah dalam pengembangan dan implementasi pengelolaan air buangan.

Newsletter AMPL Oktober 2012 "Review Program Waspola dan Pamsimas"

Kelompok Kerja AMPL   12 Februari 2013 797

Melalui Review terhadap program kerja akan terlihat pencapaian yang telah dilaksanakan dan kendala yang dihadapi. Untuk itu tim dari AusAID sebagai representasi Pemerintah Australia yang memberikan dana hibah untuk program Waspola Facility dan Pamsimas melaksanakan review untuk kedua program tersebut. Waspola Facility hingga kini masih memberikan dukungannya melalui progam kerja di berbagai kementrian yang diantaranya yaitu Bappenas, Kementrian Dalam Negeri, dan Kementrian Kesehatan khususnya terkait dengan air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) dan penganggaran untuk menanggapi isu penting yang tidak dapat diselesaikan menggunakan dana APBN.

Newsletter AMPL Agustus-September 2012 "Galung Desa ODF Pertama di Kabupaten Barru"

Kelompok Kerja AMPL   12 Februari 2013 1.235

Sampul depan Newsletter AMPL kali ini memaparkan kiprah Ahmad Suhada sebagai Kepala Desa yang peduli terhadap sanitasi di lingkungannya dengan mengambil keputusan menggunakan dana zakat untuk membangun jamban bagi masyarakatnya yang kurang mampu. Keputusan Ahmad ini disertai dengan pemicuan terkait dengan Community-Led Total Sanitation (CLTS) mendapat dukungan dari warganya dan pengusaha jamban yang memberikan harga relatif murah beserta pelayanan pemasangan jamban untuk konsumennya. Semua kegiatan ini dilaksanakan di Desa Galung yang terletak di lembah Gunung Lapancu mencapai klimaksnya dengan pendeklarasian Desa Galung sebagai Desa Open Defecation Free (ODF) pertama di Kabuupaten Barru Sulawesi Selatan.

Newsletter AMPL Juli 2012 "Pemetaan Pokja AMPL"

Kelompok Kerja AMPL   2012 809

Sejak terbentuknya Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) pada tahun 2004, sudah banyak terbentuk Pokja AMPL di Provinsi. Beragam kegiatan sudah dilaksanakan dalam rangka memacu peningkatan akses AMPL sesuai dengan target Millenium Development Goals (MDGs), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).  Akan tetapi ada beberapa yang masih aktif namun ada pula yang sudah mulai surut kinerjanya. Oleh karena itu tahun 2011-2012 Waspola Facility melakukan kegiatan pemetaan mendalam terhadap kinerja Pokja AMPL Provinsi.

Selain pemetaan Pokja AMPL, newsletter kali ini mengetengahkan pula topik City Sanitation Summit (CSS) XII dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) yang mengangkat tema realisasikan komitmen program pembangunan sanitasi permukiman dengan sub tema percepatan pembangunan sanitasi skala kawasan, lokakarya penyusunan visi dan strategi pengelolaan pembangunan AMPL yang mendapat dukungan dari Waspola Facility, kisah nyata seorang Syamsudin Sitaba dari Jeneponto Sulawesi Selatan yang menutuskan untuk membangun jamban sendiri dan berhenti melakukan buang air besar di tempat terbuka, dinamika isu AMPL di bulan Juli 2012 dan publikasi AMPL bulan Agustus serta agenda AMPL selama bulan Agustus 2012.

 

Newsletter AMPL, Juni 2012 "Rencana Pengamanan Air, Sungai Cikapundung"

Kelompok Kerja AMPL   2012 1.113

Salah satu agenda nasional dalam peningkatan air minum yang memenuhi persyaratan kuantitas, kualitas, kontinuitas dan keterjangkauan yaitu Rencana Pengamanan Air (RPA). Salah satu daerah yang akan menjalankan program RPA ini adalah Jawa Barat tepatnya di Sungai Cikapundung yang kualitas airnya sudah banyak mengalami penurunan akibat dari pencemaran. Rencana ini merupakan upaya sejumlah kementrian yang tergabung dalam Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) yang didukung oleh Waspola Facility.
Untuk program ini Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas Nugroho Tri Utomo menyatakan bahwa diperlukan sebuah sinergi, komitmen dan agenda aksi lebih nyata dari seluruh pihak untuk mengamankan pasokan air minum melalui program RPA Indonesia yang mengadopsi dari konsep Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang dikenal dengan Water Safety Plan (WSP).

Disisi lain Newsletter AMPL ini mengetengahkan topik tentang antusiasme daerah di PPSP 2013, Program Pamsimas yang mendeklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) di Morowali, jambore sanitasi 2012 yang diikuti oleh 198 peserta siswa-siswi SLTP dari 33 Provinsi di Indonesia, Sekolah  merupakan sasaran potensial promosi sanitasi, profil yang mengangkat Kerja keras ala Koen Irianto, publikasi dan agenda AMPL di bulan Juli 2012.

 

Newsletter AMPL, Mei 2012 "Membuka Keran Air untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kudus"

Kelompok Kerja AMPL Nasional   Januari Th. 931

Salah satu sebab masih sedikitnya masyarakat mendapat pelayanan air minum perpipaan adalah tingginya biaya penyambungan sehingga tidak terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Oleh karena itu Indonesia Urban Water and Sanitaion Hygiene (IUWASH) membangun kemitraan dengan penyedia pembiayaan mikro lokal dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) agar masyarakat dapat “membuka keran air” PDAM melalui angsuran ringan biaya sambungan rumah. Program ini sudah dilaksanakan di Kabupaten Kudus.

Masih terkait dengan target air minum yang akan dicapai, newsletter kali ini memaparkan pula monitoring evaluasi berbasis Web, penyusunan naskah akademik Peraturan Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Perda AMPL) di Kabupaten Ende, lokakarya rencana pengamanan air minum Indonesia, pendanaan air minum dan penyehatan lingkungan yang melibatkan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), pelatihan metode advokasi dan kampanye AMPL, dan agenda AMPL selama bulan Juni 2012.

Newsletter AMPL, April 2012 "Strategi Perluasan dan Pengarusutamaan Program AMPL"

Kelompok Kerja AMPL   2012 852

Terdapat berbagai topik tentang air minum dan sanitasi dalam Newsletter kali ini, diantaranya adalah upaya pengarusutamaan dan perluasan penyediaan air minum dan penyehatan lingkungan berbasis masyarakat (AMPL-BM) secara nasional. Upaya ini merupakan salah satu usaha pemerintah dalam mencapai target Millenium Development Goals (MDGs) untuk sektor air minum dan sanitasi yang dijalankan melalui Program  Nasional Penyediaan Air  Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).  Pamsimas bertujuan untuk meningkatkan jumlah warga miskin dan pinggiran kota (peri-urban) agar dapat mengakses fasilitas air minum dan sanitasi yang layak serta meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Dalam kehidupan sehari hari, manusia tidak pernah terlepas dari air. Untuk mengingatkan masyakarat akan pentingnya air dilaksanakan Pekan Peringatan Hari Air Dunia (HAD) XX Tahun 2012 yang diisi dengan berbagai kegiatan di beberapa tempat, termasuk didalammya adalah pameran yang diselenggarakan 3-5 Mei 2012 yang diikuti lebih dari 40 instansi/perusahaan/lembaga.

Selain kedua topik diatas, dibahas pula sumur resapan untuk menampung air hujan, penerapan sanitasi sekolah secara partisipatif, Program Buang Air Besar Sembarangan Nol (BASNO) yang menjadi kebanggaan masyarakat Wawo Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat dan catatan kunjungan Pokja AMPL Nasional ke Laos dalam pelaksanaan water safety plan, ditambah rubrik publikasi dan agenda AMPL bulan Mei 2012

Newsletter AMPL, Maret 2012, "Kalau Saja Sungai dan Kanal Bisa Bicara"

Kelompok Kerja AMPL   2012 743

Masyarakat Pulo Kandang Jakarta sudah puluhan tahun berjuang demi mendapatkan air.  Satu-satunya tempat untuk mendapatkan air adalah sumur yang dibuat pada tanah berawa yang memiliki tingkat kekeruhan, kadar besi dan kandungan bakteri yang tinggi. Sebagian warga memilih membeli air pikulan seharga Rp 2000 per liter, dan sebagian lagi rela memakai air dari perpipaan dan sumur yang tersedia. Untuk itu Watsan Action – Yayasan Tirta Lestari memilih Pulo Kandang sebagai tempat merayakan Hari Air Sedunia kali ini.

Disamping perayaan Hari Air Sedunia , Newsletter ini memaparkan pula Dana Alokasi Khusus Bidang Infrastruktur Air Minum dan Bidang Infrastruktur Sanitasi; Himbauan Jejaring AMPL kepada perusahaan CSR Air Minum dan Sanitasi; konsultasi publik strategi air minum Kota Parepare yang merupakan salah satu bagian dari tahapan uji coba sinergi perencanaan pembangunan AMPL yang didampingi oleh Waspola Facility; Kunjungan kerja Tim Pokja AMPL Nasional di Tanah Lemo yang merupakan salah satu lokasi pelaksanaan program Pamsimas; Berkunjung ke tempat pengolahan sampah dan perusahaan yang memproduksi plastik dan Styrofoam yang aman untuk lingkungan; STBM di Gili Indah; dua buah publikasi Pokja AMPL;  dan agenda AMPL di April ini.