Publikasi




25 Maret 2013

Membangun Toilet Umum dengan Mudah "Kering itu Sehat"

Kebutuhan masyarakat akan toilet umum semakin terasa keberadaannya terlebih bagi mereka yang mobilitasnya tinggi.  Para pengelola toilet umum dituntut untuk selalu memeliharanya dengan baik terutama dalam hal kebersihan, kenyamanan, rasa aman, dan menyenangkan bagi para penggunanya.

 


25 Maret 2013

Membersihkan dan Memelihara Toilet Umum "Kering itu Sehat"

Toilet umum yang bagus dapat dengan mudah dibangun, akan tetapi untuk memeliharanya memerlukan cara-cara tertentu agar selalu bersih, memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para penggunanya serta tidak membahayakan lingkungan sekitarnya.  Indonesia yang merupakan negara tropis dimana unsur kelembaban dan penggunakan air sangat tinggi, memudahkan sumber-sumber penyakit berkembang biang relatif cepat.


25 Maret 2013

Standard Toilet Umum Indonesia "Kering itu Sehat"

Tidak banyak yang menyadari bahwa terdapat makna simbolik dari sebuah bangunan toilet umum. Toilet umum tak hanya berarti tempat membuang hajat bagi manusia, tetapi sudah menyangkut berbagai aspek. Kalimat diatas merupakan penggalan kata sambutan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia I Gede Ardika dalam “Standard Toilet Umum Indonesia”.


Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas | 06 November 2012

Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS/PPP): Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional /Bappenas

Compact disk ini berisi berbagai macam peraturan yang dikeluarkan pemerintah dan majalah Sustaining Partnership dari bulan Agustus sampai Desember 2011 baik edisi regular maupun edisi khusus. Majalah ini diterbitkan oleh Infrastructure Reform Sector Development Program (IRSDP) Bappenas.

Adapun peraturan yang terdapat dalam CD ini terdiri dari Peraturan Presiden, Peraturan  Menteri, Peraturan Kepala Badan Pertanahan, Undang-Undang, dan Peraturan Pemerintah tentang Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS/PPP) dalam hal ini pemerintah dengan badan usaha.

 

 


Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan | 18 Oktober 2012

3rd East Asia Ministerial Conference on Sanitation and Hygiene "Sanitation for All-Towards 2015 and Beyond" 10-12 September 2012, Bali Indonesia

Buruknya sanitasi sangat berpengaruh pada kualitas kesehatan terutama terhadap anak anak yang rentan terkena penyakit diare, polio dan penyakit lainnya, untuk itu diperlukan perbaikan perilaku masyarakat menjadi perilaku hidup bersih dan sehat diantaranya melalui cuci tangan pakai sabun, pembuangan eksreta yang aman, perbaikan drainase dan lainnya.

Salah satu kegiatan agar dapat menerapkan strategi, efektif dan inovatif kebijakan dan program kemitraan sanitasi dan meningkatkan hygiene secara berkelanjutan  di kawasan Asia Timur dilaksanakan EASAN (East Asia Ministerial Conference on Sanitation and Hygiene) yang ke tiga dengan tema “Sanitation for All-Towards 2015 and Beyond” di Bali pada tanggal 10-12 September 2012. 

DVD ini berisikan berbagai materi presentasi selama EASAN  berlangsung termasuk didalamnya materi tentang sanitasi sekolah, sanitasi perkotaan, dan materi lain yang berhubungan dengan sanitasi di Indonesia, Malaysia, Kamboja, Brunei Darussalam, Laos, Mongolia, Mianmar, Singapura, Philipina, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

 


27 Agustus 2012

mencoba meraih target 10: Disadur dari Lapoan Pencapaian Millenium Development Goals 2009

Tujuan pembangunan Millenium untuk sektor air minum dan sanitasi yaitu menurunkan hingga separuhnya proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minum  layak dan sanitasi layak pada tahun 2015.

Disebutkan dalam  leaflet ini bahwa proporsi rumah tangga dengan akses sumber air minum layak mengalami peningkatan, begitu juga dengan akses fasilitas sanitasi yang layak.

Untuk mempercepat pencapaian MDGs, Presiden telah mengeluarkan Instruksi Presiden RI Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan Berkeadilan, termasuk  Instruksi untuk mempercepat pencapaian target air minum dan sanitasi.  


27 Agustus 2012

Menuai untung dari investasi pembangunan sanitasi

Fakta menunjukkan bahwa kondisi sanitasi di Indonesia masih buruk. Misalnya untuk pengelolaan akhir sampah masih menggunakan pembuangan terbuka sehingga rentan mencemari lingkungan, pada tahun 2010 jumlah penduduk yang sudah mendapatkan pelayanan air limbah domestik baru 51,9% dari jumlah penduduk, masih banyan penduduk yang buang air besar sembarangan sehingga tidak heran kalau kasus diare masih sangat banyak.

Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pembangunan sanitasi menjadi penyebab kondisi diatas. Disini diperlukan investasi dari pemerintah pusat dan daerah guna pembangunan sanitasi. 

Adapun alasan unuk berinvestasi adalah menghindari pertumbuhan ekonomi semu; efek luar biasa pada aspek kesehatan, pendidikan dan produktifitas; membantu menurunkan kemiskinan; manfaat yang berlipat; mencegah selalu lebih murah dari mengobati; pembangunan sanitasi sedang menjadi trend;  dan peduli sanitasi, dicintai masyarakat


27 Agustus 2012

.. Satu, dua, tiga, empat, bersama-sama pesti lebih cepat

Saat ini kondisi sanitasi di Indonesia masih memerlukan banyak perbaikan, sementara itu rata rata investasi sanitasi hanya 5 ribu rupiah perkapita per tahun, padahal kebutuhan nyatanya adalah 47 ribu rupiah per kapita per tahun.  Untuk itu Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) dirancang untuk menjawab tantangan ini.

Rencana kegiatan PPSP ini terdiri dari Kampanye, edukasi, advokasi dan pendampingan; Pengembangan kelembagaan dan peraturan; Penyusunan buku putih dan strategi sanitasi Kabupaten/Kota (SSK); Penyusunan memorandum program; implementasi; dan  Monitoring, konseling, evaluasi dan penyuluhan .

Adapun target PPSP terdiri dari SToP Buang Air Besr Sembarangan (BABS); Peningkatan pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah menjadi sanitary landfill di 240 daerah perkotaan; dan Pengurangan genangan air di 100 kawasan strategis perkotaam seluas 22.500 Ha.