Publikasi


27 Agustus 2012

informasi di ujung jari anda: Kemudahan dalam mendapatkan informasi terkait kegiatan AMPL melalui situs-situs terkait Pokja AMPL

Dalam leaflet ini terdapat 6 alamat situs yang berhubungan dengan air minum dan penyehatan lingkungan.  Keberadaan situs ini diharapkan dapat memberi kemudahan kepada masyarakat dalam mendapatkan informasi yang berhubungan dengan kegiatan air minum dan penyehatan lingkungan .  Adapun ke 6 situs ini adalah Situs AMPL (www.ampl.or.id), Situs AMPL Yunior (www.yunior.ampl.or.id), Situs Pokja AMPL Daerah (www.daerah.ampl.or.id), Situs Jejaring AMPL (www.jejaring.ampl.org), Situs Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (www.stbm-indonesia.org) dan Situs Sanitasi (www.sanitasi.or.id).


Badan Pusat Statistik | 15 Agustus 2012

Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Indonesia per Provinsi: Susenas Buku 3-2007

Pengentasan kemiskinan merupakan program pemerintah saat ini, untuk membantu pemerintah, Badan Pusat Statistik (BPS) sejak tahun 2003 berupaya untuk menyediakan data-data perkiraan penduduk miskin nasional secara tahunan melalui pengumpulan data konsumsi/pengeluaran setiap tahun. Data konsumsi yang dikumpulkan dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu konsumsi makanan (sebanyak 215 jenis) dan bukan makanan, sedangkan  yang dimaksud dengan pengeluaran yaitu biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi semua anggota rumah tangga.

Adapun data-data yang terdapat dalam publikasi ini yaitu persentase penduduk menurut provinsi dan golongan per kapita sebulan tahun 2007; pengeluaran rata-rata per kapita sebulan menurut kelompok barang tahun 2002, 2005 dan 2007; dan pengeluaran rata-rata per kapita sebulan menurut kelompok barang dan golongan pengeluaran per kapita sebulan (dalam rupiah) 2007


Badan Pusat Statistik | 15 Agustus 2012

Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Propinsi: Susenas Buku 2-2007

Terjadinya krisis ekonomi pada pertengahan Juli 2007 dan tajamnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada tahun 2005 berakibat pada tingkat kesejahteraan masyarakat menurun secara drastis dan tingkat kemiskinan naik. Dalam situasi seperti ini peranan data sensus ekonomi nasional (susenas) panel dalam perumusan program yang targetnya golongan miskin menjadi lebih penting dari sebelumnya. 

Dengan pola konsumsi penduduk yang berubah dari waktu ke waktu dan antara daerah satu dengan daerah lainnya tergantung kepada selera, pendapatan dan lingkungan.  Pada akhirnya pola konsumsi menentukan berapa jenis barang tertentu yang harus disediakan dan bagaimana distribuasinya, terutama dalam hal makanan agar harga tidak terguncang.  Data konsumsi yang dihasilkan dari Susenas Panel dapat menjadi masukan berharga untuk menilai kelayakan persediaan berbagai komoditi.  

Data-data hasil sensus ekonomi nasional tentang konsumsi kalori dan protein penduduk Indonesia dan provinsi pada tahun 2007 terdapat dalam buku ini. Penerbitan buku ini dimaksudkan untuk memberi gambaran mengenai tingkat konsumsi serta perilaku konsumen berbagai lapisan masyarakat pada tingkat nasional dan provinsi.

Adapun data-data tersebut diantaranya adalah rata-rata konsumsi kalori per kapita sehari menurut kelompok makanan tahun 2002, 2005 dan 2007; rata-rata konsumsi protein per kapita sehari menurut kelompok makanan tahun 2002, 2005 dan 2007; rata-rata konsumsi kalori per kapita sehari menurut kelompok makanan dan golongan pengeluaran per kapita sebulan tahun 2007; dam rata-rata konsumsi protein per kapita sehari menurut kelompok makanan dan golongan pengeluaran per kapita sebulan tahun 2007.


Badan Pusat Statistik | 15 Agustus 2012

Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Indonesia: Susenas Buku 1-2007

Selama periode 2002-2005 terjadi peningkatan kesejahteraan penduduk yang ditandai dengan penurunan yang cukup berarti pada presentase pengeluaran penduduk untuk produk makanan. Sedangkan di periode 2005-2007 terjadi juga penurunan dengan jumlah presentase yang relatif kecil dibandingkan periode sebelumnya.

Data diatas merupakan salah satu dari hasil sensus nasional yang menggambarkan distribusi penduduk dan tingkat pemerataan pendapatan penduduk se-Indonesia. Pengumpulan data pada sensus ini terbagi dalam 2 (dua) kelompok yaitu konsumsi makanan dan bukan makanan.

Semua data disajikan dalam bentuk tabel dengan menggunakan 2 (dua) bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Adapun data-data yang terdapat dalam publikasi ini meliputi persentase penduduk menurut golongan pengeluaran perkapita sebulan tahun 2007; pengeluaran rata-rata per kapita sebulan menurut kelompok barang (dalam rupiah) pada tahun 2002, 2005 dan 2007; persentase pengeluaran rata rata per kapita sebulan menurut kelompok barang tahun 2002, 2005 dan 2007; kelompok barang dan golongan pengeluaran per kapita sebulan (dalam rupiah) tahun 2007; sebulan menurut kelompok barang dan golongan pengeluaran per kapita sebulan tahun 2007; konsumsi rata-rata per kapita seminggu menurut jenis makanan dan golongan pengeluaran per kapita sebulan tahun 2007; konsumsi dan pengeluaran rata-rata per kapita seminggu menurut jenis makanan tahun 2007; dan pengeluaran rata-rata per kapita sebulan menurut jenis barang bukan makanan dan golongan pengeluaran per kapita sebulan (dalam rupiah) tahun 2007.


Irena Tjiunata | 14 Agustus 2012

Edo Sakit Flu: Seri Kenali Cegah Tangani

Buku yang diterbitkan oleh World Vision Indonesia ini merupakan cerita dalam bentuk komik pembelajaran untuk anak-anak. Komik ini  mengajak mereka untuk mengenali gejala flu, mengetahui cara pencegahan dan penanganannya secara sederhana, mempraktekkan cara pencegahan flu dengan mencuci tangan dan menerapkan etiket batuk dan bersin sejak dini untuk bekal dimasa yang akan datang.

Selain cerita Doni dan Lia batal bermain dengan Edo yang sedang terkena sakit flu, buku ini berisi aktivitas yang mengajak anak anak untuk mencari gambar yang menceritakan cara mencegah penularan sakit flu, bila sudah menemukan gambar tersebut diberi warna sesuai keinginan anak anak.  Aktivitas lainnya adalah mengurutkan gambar cara cuci tangan yang benar dan mengajak anak anak untuk menyanyikan sebuah lagu yang berjudul “kucuci tanganku”.


Nizma Fadila | 23 Juli 2012

Pengembangan Sistem Informasi Geografis Kesehatan, Air Minum dan Penyehatan Lingkungan: Tesis

Air dan manusia merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sehingga keberadaaan air perlu dijaga dengan baik. Kebutuhan masyarakat pada air, apabila tidak dikuti dengan sanitasi yang baik akan berakibat pada krisis air. Salah satu cara mengatasi hal ini diperlukan proses perencanaan dan pengambilan keputusan, untuk itu diperlukan pemanfaatan dan analisis data.  Tingginya kebutuhan akan data mendorong adanya kebutuhan terhadap pengembangan sistem informasi geografis kesehatan pada air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL).

Penelitian dalam tesis ini bertujuan untuk mengidentifikasikan model sistem informatika analisis spasial faktor resiko penyakit bawaan air yang mampu mendukung pengambil keputusan dalam proses perencanaan peningkatan kualitas dan kuantitas sarana air bersih dan sanitasi nasional. Dengan melakukan proses analisis over laying dan ploting data dalam sistem ini, maka keluaran data yang didapatkan berupa data tabulasi, grafik dan peta, yang dipercaya mampu melihat kesenjangan masing-masing wilayah.


Fety Kumalasari, Yogi Satoto | 16 Juli 2012

Teknik Praktis Mengolah Air Kotor Menjadi Air Bersih Hingga Layak Minum

Air sangat penting untuk tubuh manusia, dimana air dapat mengatur suhu tubuh, melancarkan peredaran darah, membuang racun dan sisa makanan, baik untuk kulit, pencernaan, sendi dan otot dan pemulihan penyakit. Selain itu air pun diperlukan sebagai penunjang kehidupan manusia seperti kegiatan rumah tangga, pertanian, transportasi, industri dan lain sebagainya.

Kecenderungan yang terjadi saat ini adalah berkurangnya ketersediaan air yang disebabkan oleh meningkatnya populasi, pembangunan yang tidak memperhatikan resapan air dan lainnya. Air bersihpun saat ini dirasakan kurang bahkan tidak aman untuk diminum karena adanya bakteri E-Coli dan mengandung logam berat sebagai akibat dari pencemaran. Oleh sebab itu diperlukan solusi untuk mengatasi pemenuhan kebutuhan air bersih ini.

Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan cara mengolah air limbah agar aman kalau dibuang ke lingkungan, mengolah air bersih agar menjadi air layak minum.  Pengolahan air ini dapat secara fisika, kimia dan biologis.


Kelompok Kerja AMPL, PMU PPSP | 10 Juli 2012

Video Roadmap PPSP: Nugroho Tri Utomo Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas

Saat ini, masih banyak orang yang belum menganggap pentingnya pembangunan sanitasi. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan di saluran air dan buang air besar sembarangan. Untuk mengatasi hal ini diperlukan penyadaran masyarakat untuk merubah perilakunya dan memberi tahukan manfaat atau keuntungan dari pembangunan sanitasi. Adapun keuntungan dari pembangunan sanitasi meliputi menghindari pertumbuhan ekonomi semu; pengaruh peningkatan sanitasi pada kesehatan,pendidikan dan produktifitas; membantu menurunkan angka kemiskinan; manfaat yang berlipat; dan mencegah lebih baik daripada mengobati.

Untuk mengejar ketertinggalan dalam penyediaan layanan sanitasi, saat ini pemerintah melakukan terobosan dengan meluncurkan program percepatan pembangunan sanitasi Permukiman 2010-2014 yang merupakan program nasional dengan menekankan bahwa sanitasi merupakan urusan bersama baik pemerintah, swasta, donor, masyarakat dan semua yang berurusan dengan sanitasi.

Adapun target PPSP mencakup  sub sektor sanitasi yang terdiri dari pengelolaan air limbah domestik 2014 tidak ada lagi masyarakat yang melakukan buang air besar sembarangan (BABS), penanganan persampahan 2014 yang menargetkan  80% rumah tangga perkotaan sudah dilayani oleh suatu sistem menejemen persampahan dan drainase, di 2014 nanti tidak terjadi lagi genangan di 100 kawasan strategis perkotaan.

Untuk melaksanakan ketiga target tersebut diatas melalui 6 tahapan yaitu kampanye, edukasi, advokasi dan pendampingan; pengembangan  kelembagaan dan peraturan; penyusunan strategi sanitasi kabupaten kota; penyiapan  memorandum program; implementasi tepat sasaran dan berkelanjutan; dan pemantauan, pembimbingan, evaluasi dan pembinaan.

“Mari kita bersama sama meningkatkan pembangunan sanitasi karena sanitasi merupakan urusan kita bersama untuk kesehatan kita, kesejahteraan kita, untuk anak cucu kita” ajak Nugroho Tri Utomo selaku Direktur Perumahan dan Permukiman.


Edvin Aldrian | 20 Februari 2012

"Iklim semakin tidak menentu": Dari Pemanasan Global Menuju Perubahan Iklim

Di masyarakat banyak ditemukan pernyataan tentang iklim sama dengan cuaca, perubahan iklim sama dengan pemanasan global.  Hal ini sebenarnya berbeda akan tetapi saling berkaitan satu sama lainnya.  Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang iklim, cuaca, perubahan iklim dan pemanasan Global.

Komik yang diterbitkan atas kerjasama BMKG dengan ICCTF-Bappenas ini, dalam rangka mensosialisasikan perubahan iklim bagi petani, nelayan, dan masyarakat umum. Selain menjelaskan perbedaan ikim dan Cuaca, perubahan iklim dan pemanasan global,  dijelaskan pula apa itu cuaca dan apa itu iklim, apa itu pemanasan global, penyebab pemanasan global, bukti bukti terjadinya pemanasan global, apa itu perubahan iklim, bukti bukti perubahan iklim, dampak perubahan iklim, apa yang harus dipersiapkan dan peranan BMKG dalam menghadapi perubahan iklim.

Dengan membaca komik ini diharapkan para pembaca mengerti bahwa kita hanya punya satu bumi yang menyediakan kita tempat tinggal yag layak, maka biasakanlah hidup ramah lingkungan.


Konsorsium Instansi dan LSM Peduli Lingkungan | 06 Desember 2011

Prosiding Agenda 21 Balikpapan: Nasionalisme Konservasi dan Investasi Hijau

Selama kurun waktu 40 tahun, telah terjadi pemborosan yang berlebihan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam di Indonesia, hal ini terbukti dengan sedikitnya reinvestasi ke dalam upaya pengurangan dampak lingkungan dan dampak sosial yang berakibat terhadap iklim, kerusakan lingkungan dan bencana yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan tersebut.

Penanganan perubahan iklim, kerusakan lingkungan dan bencana yang diakibatkan kerusakan lingkungan tidak akan mungkin hanya melakukan mitigasi dan adaptasi – tetapi harus terjadi perubahan peradaban global. Perubahan dari budaya boros menjadi budaya hemat, budaya ekploitasi ke budaya konservasi. Pengelolaan sumberdaya alam Indonesia harus berubah; berubah dari pola hidup boros menjadi pola hidup hemat.

Melihat kondisi kurangnya pengelolaan sumber daya alam di Indonesia, mendorong Instansi dan LSM peduli lingkungan Balikpapan menggagas dan menyelenggarakan Agenda 21 Balikpapan pada tanggal 21-22 Agustus 2008 dalam bentuk lokakarya.

Lokakarya ini  menghasilkan rekomendasi serta telah ditandatanginya Deklarasi Agenda 21 Balikpapan oleh sebagian besar peserta untuk terwujudnya sebuah perubahan dan terciptanya komitmen akan arti penting kelestarian lingkungan dan investasi yang menjamin kesejahteraan rakyat.