Publikasi


15 September 2004

Cegah Diare dengan Jamban Sehat

Menjaga kesehatan diri sendiri bukan hanya dengan minum air yang sesuai standar kesehatan dan mencuci tangan, tetapi juga menjaga kesehatan lingkungan rumah kita. Yaitu dengan tidak membuang kotoran di sembarang tempat seperti di sungai dan di kebun, karena secara tidak langsung akan mencemari air yang kita gunakan sehari-hari.


15 September 2004

Mari Mencuci Tangan

Dengan mencuci tangan, selain menjaga kebersihan juga menjaga kesehatan diri kita sendiri.



Direktorat Perkotaan dan Perdesaan Wilayah Barat - Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan | 23 Agustus 2004

Pengelolaan Sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) Skala Komunal Oleh Masyarakat (Sebuah Sukses Story)

Salah satu usaha terobosan yang dilakukan praktisi/pemerhati lingkungan perkotaan yaitu LSM yang bernama BEST (Bina Ekonomi Sosial Terpadu) dikota Tangerang telah mencoba bekerja sama dengan BORDA (Bremen Overseas Research and Development Association) dari Jerman mengadakan survey penelitian dan Pembiayaan Program dalam Pelaksanaan Pembangunan Pusat Sanitasi Masyarakat (CSC) di Kota Tangerang untuk dibeberapa kelurahan yang ada dengan jumlah kira-kira 29 lokasi dari 60 lokasi yang diusulkan yaitu dengan membangun MCK plus untuk masyarakat berpenghasilan rendah terutama dipermukiman pekerja pabrik yang ada disekitar Kota Tangerang yang mengalami masalah Sanitasi baik itu kurangnya ketersedianya sarana Air Bersih, Mandi, Cuci dan Kakus dengan harga yang terjangkau.

Adapun masalah yang dihadapi oleh masyarakat berpenghasilan rendah adalah:
1.Kelangkaan Air Bersih dimana air dibeli dengan harga yang mahal untuk mendapatkannya.
2 Air buangan yang langsung dibuang kelingkungan tanpa pengolahan yang memadai sehingga dapat mengakibatkan timbulnya vaktor penyakit dan tempat bersarangnya nyamuk.
3.Tidak ada tempat pembuangan tinja manusia yang memadai walaupun ada jumlah sangat terbatas alakadarnya tanpa memperdulikan pengaruh buruk terhadap lingkungan.


Direktorat Perkotaan dan Perdesaan Wilayah Barat - Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan | 23 Agustus 2004

Fitoremediasi, Upaya Mengolah Air Limbah Dengan Media Tanaman

Konsep mengolah air limbah dengan menggunakan media tanaman atau lebih populer disebut “fitoremediasi” telah lama dikenal oleh manusia, bahkan digunakan juga untuk mengolah limbah berbahaya (B3) atau untuk limbah radioaktif.
Beberapa majalah dan jurnal ilmiah di beberapa negara telah pula membahas dengan detail bagaimana proses remediasi ini dapat menolong manusia untuk memecahkan problem lingkungannya.
Jenis-jenis tanaman yang sering digunakan di Fitoremediasi adalah; Anturium Merah/Kuning, Alamanda Kuning/Ungu, Akar Wangi, Bambu Air, Cana Presiden Merah/Kuning/Putih, Dahlia, Dracenia Merah/Hijau, Heleconia Kuning/Merah, Jaka, Keladi Loreng/Sente/Hitam, Kenyeri Merah/Putih, Lotus Kuning/Merah, Onje Merah, Pacing Merah/Putih, Padi-padian, Papirus, Pisang Mas, Ponaderia, Sempol Merah/Putih, Spider Lili, dll.


Direktorat Perkotaan dan Perdesaan Wilayah Barat - Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan | 23 Agustus 2004

Sistem Pengolahan Air limbah Rumah Tangga, Sebuah Sukses Story Di Desa Tlogo Mas Malang

Keberhasilan pembangunan sistim pengolahan limbah cair rumah tangga tersebut telah berhasil mengangkat Desa Tlogo Mas Malang menjadi desa yang asri dan bersih setiap rumah telah memiliki kamar mandi/kakus, dimana penduduknya tidak ada lagi yang menjadi pengumpul/pemecah batu, kehidupan menjadi semakin baik, bisnis rumah kos telah membuka peluang baru, dan kunjungan tamu dari berbagai negara terus mengalir misalnya dari; Afrika Selatan, Inggris, Jepang, Amerika, Kanada, Cina, Austria, Australia, Brasil, Korea Selatan, Belgia Belanda, India, Finlandia, Spanyol, Kenya, Swedia, dan Rusia.


Pokja AMPL | 20 Agustus 2004

AMPL on CD

CD ini berisi produk dan isi seputar AMPL diantaranya adalah situs web offline, kliping berita seputar AMPL, Newsletter, Kebijakan Nasional AMPL juga majalah Percik dalam format pdf.
 


19 Maret 2004

Water Supply and sanitation for Small Towns and Multi-village Schemes Proceedings of International Conference, Addis Ababa, Ethiopia, June 11-15, 2002 (Volume 1: Conference Summary, Volume 2: Presentations, Volume 3: Posters)

Kota kecil penting bagi pengambil kebijakan, ahli dan sanitasi dengan dua alasan: 1) mereka dapat menghitung perkembangan penduduk yang tidak memiliki akses ke air minum dan sanitasi dasar. 2) kita tahu sedikit tentang bagaimana menentukan permintaan la


28 Februari 2004

National Policy Development of Community - Based Water Supply and Environmental Sanitation.

Beberapa hal yang mendasari perlunya pembaruan kebijakan pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan tidak terlepas dari permasalahan yang dihadapi dan peluang yang ada dalam sektor air minum dan penyehatan lingkungan serta pengalaman (lesson learned) pelaksanaan pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan.

Tujuan dari penyusunan dokumen kebijakan ini adalah:
1.Menghasilkan kebijakan nasional air minum dan penyehatan lingkungan yang merupakan kesepakatan seluruh instansi/sektor pusat dan daerah, masyarakat, akademisi, LSM, serta lembaga keuangan bilateral/multilateral pemberi bantuan dan pinjaman.
2.Mengidentifikasi strategi dan langkah-langkah pelaksanaan kebijakan dalam sektor air  minum dan penyehatan lingkungan.
3.Sebagai masukan untuk menyusun program jangka panjang, menengah dan tahunan sektor air minum dan penyehatan lingkungan, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat maupun oleh pemerintah daerah sesuai dengan agenda desentralisasi dan reformasi.


Direktorat Perkotaan dan Perdesaan Wilayah Barat - Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan | 23 Agustus 2003

Desa Cibangkong : Contoh Keberhasilan Mengelola Sampah Secara Komunal

Sekilas desa Cibangkong seperti desa-desa lainnya di Jawa Barat maupun di Indonesia, namun kalau kita tengok lebih jauh ada sesuatu yang menarik disini, yaitu keberadaan pak Suwarjiman beserta 4 orang teman setianya yang setiap hari berkutat dengan sampah yang berasal dari rumah penduduk sekitarnya.

Cibangkong dengan penduduk sekitar 700 Kepala Keluarga (KK) atau 3.500 Jiwa tidak pernah dipusingkan oleh masalah sampah, karena sejak adanya pilot proyek pengolahan kompos yang disponsori oleh Puskim, Depkimpraswil sampai sekarang sampah penduduk telah dapat dikelola secara mandiri oleh pengelolanya.

Cibangkong sebuah kawasan yang dibatasi oleh sungai seolah terisolir oleh hiruk pikuknya pembangunan kota Bandung, apalagi jalan akses menuju Cibangkong yang sangat sempit sehingga menyulitkan apabila ada kendaraan roda empat yang berpapasan, namun kesemuanya ini tidak menjadikan Cibangkong untuk tidak menarik untuk dikunjungi.