Publikasi

Fitoremediasi, Upaya Mengolah Air Limbah Dengan Media Tanaman

Direktorat Perkotaan dan Perdesaan Wilayah Barat - Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan   Th. 2.443

Konsep mengolah air limbah dengan menggunakan media tanaman atau lebih populer disebut “fitoremediasi” telah lama dikenal oleh manusia, bahkan digunakan juga untuk mengolah limbah berbahaya (B3) atau untuk limbah radioaktif.
Beberapa majalah dan jurnal ilmiah di beberapa negara telah pula membahas dengan detail bagaimana proses remediasi ini dapat menolong manusia untuk memecahkan problem lingkungannya.
Jenis-jenis tanaman yang sering digunakan di Fitoremediasi adalah; Anturium Merah/Kuning, Alamanda Kuning/Ungu, Akar Wangi, Bambu Air, Cana Presiden Merah/Kuning/Putih, Dahlia, Dracenia Merah/Hijau, Heleconia Kuning/Merah, Jaka, Keladi Loreng/Sente/Hitam, Kenyeri Merah/Putih, Lotus Kuning/Merah, Onje Merah, Pacing Merah/Putih, Padi-padian, Papirus, Pisang Mas, Ponaderia, Sempol Merah/Putih, Spider Lili, dll.

Sistem Pengolahan Air limbah Rumah Tangga, Sebuah Sukses Story Di Desa Tlogo Mas Malang

Direktorat Perkotaan dan Perdesaan Wilayah Barat - Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan   4 Th. 1.205

Keberhasilan pembangunan sistim pengolahan limbah cair rumah tangga tersebut telah berhasil mengangkat Desa Tlogo Mas Malang menjadi desa yang asri dan bersih setiap rumah telah memiliki kamar mandi/kakus, dimana penduduknya tidak ada lagi yang menjadi pengumpul/pemecah batu, kehidupan menjadi semakin baik, bisnis rumah kos telah membuka peluang baru, dan kunjungan tamu dari berbagai negara terus mengalir misalnya dari; Afrika Selatan, Inggris, Jepang, Amerika, Kanada, Cina, Austria, Australia, Brasil, Korea Selatan, Belgia Belanda, India, Finlandia, Spanyol, Kenya, Swedia, dan Rusia.

AMPL on CD

Pokja AMPL   2004 888

CD ini berisi produk dan isi seputar AMPL diantaranya adalah situs web offline, kliping berita seputar AMPL, Newsletter, Kebijakan Nasional AMPL juga majalah Percik dalam format pdf.
 

Water Supply and sanitation for Small Towns and Multi-village Schemes Proceedings of International Conference, Addis Ababa, Ethiopia, June 11-15, 2002 (Volume 1: Conference Summary, Volume 2: Presentations, Volume 3: Posters)

2002 691

Kota kecil penting bagi pengambil kebijakan, ahli dan sanitasi dengan dua alasan: 1) mereka dapat menghitung perkembangan penduduk yang tidak memiliki akses ke air minum dan sanitasi dasar. 2) kita tahu sedikit tentang bagaimana menentukan permintaan la

National Policy Development of Community - Based Water Supply and Environmental Sanitation.

Th. 790

Beberapa hal yang mendasari perlunya pembaruan kebijakan pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan tidak terlepas dari permasalahan yang dihadapi dan peluang yang ada dalam sektor air minum dan penyehatan lingkungan serta pengalaman (lesson learned) pelaksanaan pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan.

Tujuan dari penyusunan dokumen kebijakan ini adalah:
1.Menghasilkan kebijakan nasional air minum dan penyehatan lingkungan yang merupakan kesepakatan seluruh instansi/sektor pusat dan daerah, masyarakat, akademisi, LSM, serta lembaga keuangan bilateral/multilateral pemberi bantuan dan pinjaman.
2.Mengidentifikasi strategi dan langkah-langkah pelaksanaan kebijakan dalam sektor air  minum dan penyehatan lingkungan.
3.Sebagai masukan untuk menyusun program jangka panjang, menengah dan tahunan sektor air minum dan penyehatan lingkungan, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat maupun oleh pemerintah daerah sesuai dengan agenda desentralisasi dan reformasi.

Desa Cibangkong : Contoh Keberhasilan Mengelola Sampah Secara Komunal

Direktorat Perkotaan dan Perdesaan Wilayah Barat - Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan   2 Th. 883

Sekilas desa Cibangkong seperti desa-desa lainnya di Jawa Barat maupun di Indonesia, namun kalau kita tengok lebih jauh ada sesuatu yang menarik disini, yaitu keberadaan pak Suwarjiman beserta 4 orang teman setianya yang setiap hari berkutat dengan sampah yang berasal dari rumah penduduk sekitarnya.

Cibangkong dengan penduduk sekitar 700 Kepala Keluarga (KK) atau 3.500 Jiwa tidak pernah dipusingkan oleh masalah sampah, karena sejak adanya pilot proyek pengolahan kompos yang disponsori oleh Puskim, Depkimpraswil sampai sekarang sampah penduduk telah dapat dikelola secara mandiri oleh pengelolanya.

Cibangkong sebuah kawasan yang dibatasi oleh sungai seolah terisolir oleh hiruk pikuknya pembangunan kota Bandung, apalagi jalan akses menuju Cibangkong yang sangat sempit sehingga menyulitkan apabila ada kendaraan roda empat yang berpapasan, namun kesemuanya ini tidak menjadikan Cibangkong untuk tidak menarik untuk dikunjungi.