Newsletter AMPL, Februari 2013 "Kejar Target MDGs, Pemerintah Jalin Kerjasama dengan Media "


Pengarang:Redaksi Sekretariat Pokja AMPL
Penerbit:Jakarta : Pokja AMPL, 2013
Halaman:23 hal ; 28 cm
No. Klasifikasi:623.854 Kel k
Kata Kunci:MDG, media,STBM, saluran bawah tanah
Lokasi:Perpustakaan Pokja AMPL No.Telp (021) 31904113
Kategori:Newsletter

Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan besar dalam penyediaan air minum aman dan sanitasi layak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2011, cakupan sanitasi layak nasional baru mencapai angka 55,60%. Untuk mengejar ketertinggalan ini. Salah satunya menjalin kemitraan dengan media melalui workshop “Citizen Journalism untuk Akselerasi Perubahan Perilaku Sanitasi Total Berbasis Masyarakat” yang diadakan pada 27-28 Februari 2013.

STBM sebagai program nasional, bersama program-program sanitasi lainnya memiliki peran dalam memenuhi sasaran RPJMN pada bagian pengolahan limbah setempat (on-site). Peran ini terlihat dalam target Renstra Kemenkes dengan target 20.000 desa yang melaksanakan STBM atau biasa disebut dengan desa intervensi STBM. Adapun 5 provinsi dengan sumbangan terbesar untuk capaian desa intervensi STBM adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sumatera Barat.

Dalam waktu dekat ini, pemerintah Jepang bersama Metropolitan Area Outer Underground Disharge Channel baru merampungkan pembangunan saluran air terbesar dan tercanggih di dunia bernama G-Cans. Proyek ini merupakan membuat saluran bawah tanah yang bertujuan untuk melindungi kota Tokyo dan sekitarnya dari bencana banjir ketika musim hujan tiba maupun saat topan datang.