Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Buangan Kawasan Delta Mas - Cikarang Pusat


Pengarang:Novianti Ariadi
Penerbit:Jakarta, Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Arsitektur Lansekap dan Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti, 2008, xvii + 146 hal.
Tahun Terbit:2008
Kata Kunci:Delta Mas, Air buangan, Pengolahan, Bangunan,Biaya
Lokasi:Perpustakaan FALTL Universitas Trisakti, Telp. 021-5663232 (ext.771)
Kategori:Karya Ilmiah
Referensi:http://www.trisakti.ac.id/faltl/

Kota Delta Mas merupakan suatu kawasan hunian mandiri, kawasan ini menyediakan berbagai fasilitas mulai dari perumahan, hingga kawasan industri. Luas Kawasan Delta Mas adalah 3000 ha dimana terdiri dari 2000 ha kawasan domestik dan komersial serta 1000 ha adalah kawasan industri, luas daerah perencanaan layanan Bangunan Pengolahan Air Buangan adalah sebesar 2000 ha. Air limbah domestik kawasan Delta Mas direncanakan akan diolah di Bangunan Pengolahan Air Buangan secara terpadu yang ditempatkan pada satu tempat. Sungai yang direncanakan sebagai badan air penerima air buangan yang telah diolah adalah sungai Cipamingkis. Berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat no.38 Tahun 2001 Tentang Peruntukan Air dan Baku Mutu Air Pada Sumber Air Di Jawa Barat, Sungai ini adalah sungai golongan BCD. Pembangunan Bangunan Pengolahan Air Buangan (BPAB) Kawasan Delta Mas dilakukan dalam 2 tahap. Kedua tahap BPAB kawasan Delta Mas mempunyai kapasitas sebesar 106 L/detik. Pentahapan ini disesuaikan dengan pentahapan Pembangunan Kawasan Delta Mas. Air Buangan yang akan diolah berasal dari cucian dapur, air bekas mandi, serta air kotor yang berasal dari kloset. Karakteristik dan fluktuasi air buangan diketahui dengan melakukan sampling di IPAL Tanah Tinggi Tangerang. Berdasarkan Hasil Analisis laboratorium, hasil sampling karakteristik air buangan adalah BOD = 176.40 mg/L; COD = 208.86 mg/L ; TSS = 71.50 mg/L ; Minyak dan Lemak = 24.00 mg/L ; NO3 = 11.30 mg/L. Peraturan yang menjadi pedoman dalam merencanakan BPAB Kawasan Delta Mas adalah Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Unit pengolahan air buangan Kawasan Delta Mas adalah saringan, bak pengumpul, bak penangkap pasir, bak ekualisasi, parit oksidasi, bak pengendap II, desinfeksi, pencampur dan pengental lumpur, pencerna lumpur dan pengering lumpur. Total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Buangan Domestik di Kota Delta Mas adalah sebesar Rp. 8.627.680.930. Sedangkan biaya pembangunan instalasi air limbah per L/detik adalah Rp. 81.393.216.

 
 

Karya Ilmiah Terpopuler

1

Analisis Kadar Gas Sulfur Dioksida (SO2) dan Partikulat di Udara Ambien, Dampak dari Kegiatan PT. Pertamina (Persero) UP–VI Balongan Indramayu.

26 Desember 2008
Dibaca 1.968 kali
2

Detail Engineering Design (DED) Instalasi Pengolahan Air Lindi TPA Muarareja Kota Tegal

07 Januari 2009
Dibaca 1.839 kali
3

Hubungan Pengelolaan Sampah Padat dengan Kondisi Kesehatan Masyarakat Di Daerah Kumuh: Studi Kasus Kebon Kacang dan Kampung Rawa, Jakarta Pusat

01 Desember 2009
Dibaca 1.639 kali
4

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Buangan Kawasan Delta Mas - Cikarang Pusat

26 Desember 2008
Dibaca 1.236 kali
5

Desain Instalasi Pengolahan Limbah Cair Pasar Rejomulyo, Semarang Timur Semarang.

08 Januari 2009
Dibaca 1.204 kali
6

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Di Perumahan Citra Raya Tangerang, Banten.

26 Desember 2008
Dibaca 1.169 kali
7

Studi Arahan Perencanaan Tapak Konsolidasi Lahan Perkotaan di Kawasan Bandarharjo Semarang

11 Maret 2010
Dibaca 1.069 kali
8

Penggunaan Metode Step Test dalam Kebocoran Air (Studi Kasus Kehilangan Air Bersih pada Jaringan Pipa Distribusi PDAM Purbalingga)

10 Juni 2009
Dibaca 1.020 kali
9

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengelolaan Sampah Padat Rumah Tangga: Studi Kasus Di Kelurahan khusus Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

01 Desember 2009
Dibaca 1.004 kali
10

Pengaruh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Terhadap Kondisi/Keadaan Lingkungan Di Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Kenjeran, Kotamadya Surabaya

01 Desember 2009
Dibaca 900 kali