Modul 3
Bab 3 Pemetaan Sanitasi Sekolah


Proses kedua pada dasarnya merupakan langkah-langkah untuk memetakan kondisi eksisting sanitasi sekolah serta merumuskan permasalahan mendesak. Dalam kegiatan ini Dinas Pendidikan bersama dengan Pokja secara aktif melakukan kajian sanitasi sekolah. Kajian pemetaan ini dilakukan dengan meninjau seluruh komponen sanitasi sekolah, yaitu; sarana dan prasarana, praktek pembiasaan PHBS di sekolah, dan manajemen sanitasi sekolah.

Selaras dengan metode penyusunan SSK, dalam proses SSS terdapat tiga langkah utama: Pertama, menampilkan peta area berisiko untuk komponen air limbah domestik dan persampahan yang merupakan hasil dari Dokumen SSK. Kedua, memetakan kondisi sanitasi sekolah. Pemetaan dimulai dengan mengumpulkan data. Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber data, tetapi Dikbud dan Pokja juga dapat menyelenggarakan self-assessment atau penilaian mandiri untuk mendapatkan data yang lebih rinci dan update. Ketiga, mengidentikasi permasalahan mendesak dan kegiatan prioritas/ quick win activities.

Hasil dari proses ini akan dituangkan secara naratif dalam Dokumen Strategi Sanitasi Sekolah sebagai Bab 2 – Pemetaan Sanitasi Sekolah.

Pertanyaan Reflektif

Apakah daerah saudara sudah pernah menyusun SSK?

Pilihan pernyataan:
a.
Ya, daerah saya sudah memiliki dokumen SSK tetapi belum dimutakhirkan
b. Ya, daerah saya sudah memiliki dokumen SSK yang telah dimutakhirkan
c. Tidak, daerah saya belum pernah menyusun SSK sebelumnya

Catatan:
Pertanyaan berikut merupakan pertanyaan reflektif sehingga anda cukup memikirkan satu atau beberapa pernyataan di bawah ini yang relevan dengan kondisi/situasi di daerah anda.


Daftar Materi

NoDeskripsiEstimasi WaktuStatus
1. Memahami Area Berisiko 2 menit
2. Memetakan Kondisi Sanitasi Sekolah 2 menit
3. Isu Strategis dan Permasalahan Mendesak 2 menit
4. Referensi Modul 1 menit